Physical separating atau pembatasan fisik adalah salah satu langkah yang disarankan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Tidak hanya saat di luar rumah, pemerintah bahkan menganjurkan agar cara ini juga dilakukan saat di dalam rumah.
Jumlah orang yang menderita infeksi virus Corona atau COVID-19 di Indonesia terus meningkat dan semakin memprihatinkan. Untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus Corona yang mudah menular ini, pemerintah Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan masyarakat untuk menjaga jarak aman dengan orang lain melalui physical separating.
Apa Itu Physical Distancing?
Physical removing atau pembatasan jarak fisik adalah upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran infeksi virus Corona dan mencegah COVID-19.
Saat menjalani physical removing, Anda diminta untuk tidak bepergian ke tempat yang ramai, misalnya mal, restoran, pasar, serta rec center, atau pusat kebugaran. Sebisa mungkin hindari juga menggunakan suburbanite line, busway, atau transportasi umum lainnya yang padat penumpang.
Anda juga perlu membatasi kontak langsung, seperti berjabat tangan, dan menjaga jarak aman insignificant 1 meter ketika berinteraksi dengan orang lain, terlebih jika orang tersebut sedang sakit atau berisiko tinggi terinfeksi virus Corona.
Dalam prakteknya, physical removing juga dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:
Jangan keluar rumah, kecuali untuk urusan penting, seperti membeli kebutuhan pokok atau berobat ketika sakit.
Sapa orang lain dengan lambaian tangan, bukan dengan berjabat tangan.
Bekerja atau belajarlah dari rumah.
Manfaatkan telepon genggam atau video call untuk tetap terhubung dengan kerabat dan rekan kerja.
Lakukan olahraga di rumah, tidak di pusat olahraga atau rec center.
Jika ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari, lakukan di luar jam sibuk.
Untuk memastikan physical separating berjalan disiplin dan efektif, beberapa negara, seperti China, Italia, dan India, bahkan sudah menerapkan lockdown.
Selain di tempat umum, pemerintah juga menekankan physical separating di dalam rumah. Hal ini dikarenakan Anda atau orang rumah yang terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala COVID-19 bisa saja sebetulnya sudah terinfeksi virus Corona dan berpotensi menularkannya kepada orang lain.
Penularan virus Corona ini akan lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki risiko tinggi tertular virus Corona, seperti para lansia, penderita penyakit kronis, seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung, serta orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya karena kanker atau infeksi HIV.
Apakah Physical Distancing Sama Dengan Social Distancing?
Sebelumnya, upaya pembatasan jarak dengan orang lain ini dikenal dengan istilah social separating. Hanya saja, beberapa waktu lalu, WHO menganjurkan untuk mengganti istilah tersebut dengan physical removing.
Alasannya, penggunaan istilah social separating dikhawatirkan bisa disalahartikan dengan memutus komunikasi atau interaksi sosial dengan keluarga dan kerabat. Padahal, interaksi sosial juga memiliki peran penting dalam upaya menghadapi pandemi COVID-19.
Dengan menjaga komunikasi dengan orang lain, kita bisa saling memberi kabar dan semangat, sehingga kita tidak merasa kesepian, sedih, atau terasing. Perasaan-perasaan negatif ini dapat memicu stres dan depresi, serta melemahkan daya tahan tubuh.
Selain itu, kita juga bisa saling bertukar informasi terkait cara pencegahan virus dan situasi terbaru di luar rumah.
Pemerintah dan WHO berharap, penggantian istilah ini dapat memudahkan masyarakat untuk memahami bahwa upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona adalah menjaga jarak aman secara fisik, bukan memutus kontak secara sosial.
Physical separating pada intinya cukup efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun, hal ini tentu perlu disertai dengan upaya pencegahan lainnya, seperti rajin mencuci tangan dan memperkuat daya tahan tubuh. slot indonesia online
Untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan Anda telah terinfeksi virus Corona.
Jika Anda pernah berada di daerah endemis COVID-19 dalam 14 hari terakhir dan mengalami gejala-gejala COVID-19 berupa demam, batuk, dan sesak napas, segera lakukan isolasi mandiri dan hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
Lihat Juga : INI REAKSI TUBUH SAAT TERINFEKSI VIRUS CORONA

Komentar
Posting Komentar